Sabtu, 06 Juni 2009

mall

Setelah sekian lama, akhirnya saya menulis kembali..banyak pengalaman yang ingin saya utarakan ahirnya lewat begitu saja..ya karena kemalasan dalam menulis dan hanya disimpan dalam otak yang kecil ini saja..

Malam ini saya menginap di CECC (Civil Engineering Computer Club), saya rasa tak perlu lah saya mendetailkan apa itu CECC, karena bukan itu inti pesoalannya...

Nah persoalannya adalah pengalaman saya ahir-ahir ini..pembaca yang budiman mari kita mulai..

Saya teringat 2 minggu lalu ketika diadakannya acara glorious day oleh fakultas saya (selama 3 hari) dan jurusan sayapun mengikutinya..berlokasi di salah satu mall di Surabaya..

ketika saya memasuki sebuah pintu mall mulai terasa so sick karena di dalamnya terdapat orang-orang yang membuat saya sick pula..mulai dari baju yang minim, gaya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia itu...kurang ajar, kupikir..

Orang-orang yang rela membayar lebih mahal demi prestis,padahal di warung atau toko biasa juga bisa didapat barang yang sama dengan mutu yang sama pula..

apakah itu alasan kebersihan lah, kenyamanan lah..apakah mereka tak pernah mau untuk melihat masyarakat yang membutuhkan pembeli..masyarakat pribumi yang bergantung pada laris atau tidaknya dagangan mereka..itu masalah barang...

sekarang kita beranjak ke masalah perfilman...

Kadang pemuda Indonesia dengan bengga nonton di bioskop, yang sudah pasti juga di mall, mereka dengan bangga menggandeng tangan pacar mereka (bagi yang punya pacar)..kadang pula mereka lebih suka melihat film yang notabene adalah keluaran holiwud daripada keluaran anak bangsa..

kalau ingin memajukan perfilman Indonesia maka tontonlah film Indonesia di bioskop..itu wajib..nah bagaimana dengan film bule? film bule dibajak saja..dengan kata lain kita menonton bajakannya, bisa di donlot di internet..atau minta softkopi dari temen kos..

Kalau ingin pacaran, maka laksanakan di tempat yang pro Indonesia, pro masyarakat, ex: kebon binatang, pantai, taman bungkul, dll..makanlah di tempat-tempat kuliner, cafe-cafe pribumi yang tidak kalah romantis..bukan di mall yang untungnya akan diembat oleh asing..

Hal-hal yang kadang dianggap kecil seperti itu bisa menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air..sehingga kita bisa menjadi bangsa yang kuat kawan..kita ikut andil dalam perhelatannya..bayangkan amal apa yang telah kita lalukan dengan melakukan hal tersebut.

Saya membayangkan jika pemuda Indonesia makan, jalan-jalan, nonton, membeli sesuatu di tempat-tempat yang profitnya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat..sungguh indah..

saya hanya berharap pemuda yang mempunya cita-cita, semangat, dan idealisme tersebut malakukan hal ini, bukan orang tua..karena pikiran orang tua sudah lapuk dan perlu diperbaharui..terlalu banyak alasan dan keblingeran..kupikir..ya kupikir..

Jumat, 06 Februari 2009

Selisih Kaum Tua dan Muda

Mungkin judul di atas sudah tidak asing bagi kita,dimana selalu terjadi perselisihan pendapat sampai fisik antara Pak Tua yang terhormat dan Mas Muda yang tersayang..anehnya mengapa hal ini selalu terjadi di setiap generasi...utamanya di Indonesia...

Mari kita telaah satu persatu ada apa di balik semua ini..saya tekankan di sini adalah hanya pendapat saya(tanpa kajian yang dalam), anak yg masih hijau yang mencoba untuk berpikir bijak dan tidak terpaku oleh idelaisme yang tidak bertahan lama seperti yang akan saya utarakan di sini..

Oke, mari kita mulai...yang mengakibatkan hal ini(baca :konflik muda-tua) adlah benturan idealisme,pemuda dengan idealisme yang berkobar terkadang mengesampingkan peraturan, sedangkan kaum tua dengan idealisme yang sudah mulai 'abu-abu' dengan tercemari oleh pengalaman-pengalaman yang membikin kapok oleh karena korban pemikirannya itu..mengapa?
kaum tua sudah pasti pernah muda, dan sudah pernah bersikap frontal terhadap kaum tua di masanya..tetapi seakan berjalannya waktu pemudapun akan mengubah pemikiran-pemikirannya oleh karena hal2 yang saya sebutkan di atas...

Seperti sebuah siklus hal ini akan terjadi berulang-ulang dari masa ke masa...dan hal ini memang harus ada sebagai penyeimbang...seperti oposisi dan penguasa,lelaki dan perempuan dan sebagainya...

terkadang saya merenung dan sedikit resah mengenai diri saya..sekarang saja bersemangat berteriak menyuarakan 'kebenaran' (menurut saya)..lalu ketika tua nanti apakah akan tetap seperti ini..berjlan di jalan yang 'benar'(menurut saya) atau seperti oarang yang sudah-sudah..dimana pada masa mudanya begitu gigihnya,begitu ngotonya bergerak, tapi ketika tua malah menyimpang..................

ko malah curhat y..g papa lah..buat para pembaca silahkan dikritik, dicaci apa-apa yang ada di tulisan ini, kalau memuji jangan dulu lah(emg ada hm..) rasanya g pantas sekali saya menerima hal itu...sungguh g pantes..

NB : sori kalau ada slah ketik,kata,kalimat, atau essay nya sekalipun..a

Minggu, 01 Februari 2009

perkenalan

nama endy prahyuno,buat temen2 yang belum kenal..monggo diingat namanya, sesama muslim kan bersaudara..minimal tw namalah..

tema kita adalah perkenalan, karena ini post pertama dan initinya adalah perkenalan maka sudah saya utarakan..cukup sekian terima kasih..

PS: maklum manusia baru di dunia blog